PERUMPAMAAN
Allah mengajarkan Al-Quran kepada hamba-Nya dengan penuh
makna. Dimulai dari segi bahasa yang mudah dipahami, makna yang dapat dicerna
dan masih banyak keindahan lainnya dari penulis yang tidak ketahui.
Begitupun bagi seorang da’i yang ingin memikat objek
dakwahnya. Seorang da’i mesti mengerti keadaannya. Dari segi dia mulai cara
memahami, cara bergaul dengannya, cara berkomunikasi dengannya dan masih banyak
lagi.
Begitu banyak perumpamaan-perumpamaan yang Allah berikan
kepada manusia agar dia bisa mendengar, melihat, mengerti dan mengambil
pelajaran dari ayat-ayat-Nya.
Allah memberikan
perumpamaan kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya dan menyombongkan
diri terhadapnya. Bahwasanya pintu-pintu langit tidak akan dibukakan bagi
mereka dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke lubang jarum.
Allah memberikan perumpamaan pada orang yang riya dalam
amal perbuatannya. Amalnya bagai debu yang ditiup angin diatas batu hingga batu
itu menjadi licin.
Allah memberikan perumpamaan bahwa dunia ini tak ada
bandingnya melainkan dengan sebelah sayap seekor nyamuk dan bagai setetes air
yang berasal dari jari telunjuk yang dicelupkan ke air laut.
Allah memberikan perumpamaan pada mimpi Nabi Yusuf kepada
orang-orang yang yahudi yang bertanya kepada Nabi Muhammad mengenai pindahnya Nabi
Yusuf ke Mesir dan kisah kehidupannya.
Namun yang hanya mampu untuk mengambil perumpaan itu
hanyalah orang-orang yang berpikir dan mengerti.
Afala tatafakkaruun?
Afalaa ta’qiluun?

Komentar
Posting Komentar