MENJADI LEMAH UNTUK KUAT





Dibalik hikmah hati dikaruniai sifat lupa dan berbolak balik dengan cepat yaitu dapat berubahnya hati saat berjumpa dengan badai kehidupan lalu meninggalkannya.

Hati manusia kadangkala hancur sehancurnya, biru lebam, berdarah, robek bahkan sampai tidak bisa mengenalinya lagi. Karena hakikatnya manusia mesti menunaikan tanggung jawab yang luar biasa.  Diharuskan berbuat baik, di saat berjuta-juta silam iblis telah bersumpah untuk selalu menyesatkan manusia.
Diharuskan menyeru di jalan kebaikan, di saat jalan keburukan begitu indah, nikmat dan menyenangkan,
Diharuskan untuk mengejar tujuan akhirat, di saat pesona dunia begitu menyilaukan, sedangkan akhirat? Tak kasat mata.
Bahkan manusia punya beban yang gunung pun tak sanggup memikulnya.
“kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutan kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir” (QS.AL-Hasyr :21)
Manusia yang tidak kuat bisa berakhir gila, atau memilih narkotika hingga mati sia-sia. Karenanya, bersyukurlah hati dikaruniai sifat lupa dan kemampuan berbolak-balik dengan cepat. Hatimu yang babak belur karena badai kehidupan di siang hari, bisa dengan cepat pulih seperti sedia kala.

Selesaikanlah semua urusan hatimu sekitar pukul tiga sampai empat pagi. Serahkan semua luka-luka kehidupan itu kepada Sang Maha Penyembuh. Saat siang hari ka boleh berlagak kuat bak nahkoda menerjang badai, tapi di malam hari, kau boleh menjadi selemah-lemahnya, sekecil-kecilnya dan setidakberartinya manusia.
Silahkan mengadu, mengeluh, menangis, meraung, mengiba dan memohon. Lalu biarkan Dia memelukmu dan menyembuhkan semua luka-luka hatimu. Sehingga, saat matahari pagi bersinar, kamu selalu menjadi manusia dengan hati yang baru. Penuh pancaran semangat dan kebahagiaan
            “hai orang-orang yang berselimut, bangunlah (untuk sholat) di malam hari, kecuali sedikit darinya, yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya, Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya kamu pada waktu siang hari mempunyai urusan yang panjang.” (QS. Al-Muzzammil :1-7)

Seperti Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Saat siang hari, menjadi jagoan gagah berani di medan perang. Mengatur strategi, berkuda dengan kecepatan tinggi, menebas, memanah, merobek pertahanan lawan.
Saat malam hari? Mereka tak ubahnya seperti bayi cengeng di hadapan Tuhannya. Selamat menjadi lemah untuk kuat! Selamat datang hati-hati yang baru!

Dikutip dari Buku “Seni Tinggal di Bumi “ karangan Farah Qoonita

Komentar