KOMITMEN


Makhluk yang paling sempurna yaitu manusia. Manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam sebaik-baik bentuk sebagaimana yang terdapat dalam QS. At-tin ayat 4. Ayat tersebut menyatakan manusia dilengkapi Allah SWT dengan bentuk yang sebaik-baiknya yaitu berupa akal, hati, panca indera, pikiran dan anggota tubuh yang sangat berguna bagi kelancaran aktivitas manusia itu sendiri. Dengan berupa pemberian yang Allah berikan tersebut, hakikatnya manusia diciptakan harus siap menjadi seorang khalifah dan pemegang amanah di semesta ini. Seorang khalifah dan pemegang amanah semesta diperintahkan oleh Rabb Yang Maha Penyayang hanya untuk beribadah kepada-Nya sebagaimana dalam QS. Az-zariyat ayat 56. Ayat tersebut mengisyaratkan kepada kita agar menjadikan segala aktivitas kita hanya untuk Allah SWT.

Dibalik kesempurnaan yang Allah berikan kepada manusia, tersirat bahwa manusia memiliki kewajiban kepada Rabbul’alamin sebagaimana yang termaktub dalam QS. Ali-imran ayat 104. Ayat tersebut menyatakan bahwa Allah SWT memerintahkan agar ada segolongan manusia yang menyeru kepada jalan menuju Allah SWT yaitu menyuruh berbuat yang ma’ruf dan melarang dari berbuat yang mungkar. Secara spesifik manusia memiliki sebuah komitmen kepada Sang Maha Pencipta sebagai konsekuensi sebagaimana manusia telah diciptakan. Komitmen manusia kepada Allah SWT telah dimulai ketika manusia itu akan diciptakan. Berawal dengan kita telah bersaksi di hadapan-Nya bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang patut disembah. Nah, saat setelah diciptakan manusia, Allah mengingatkan kembali melalui firman-Nya mengenai komitmen tersebut. Oleh karena itu komitmen kepada Sang Maha Perkasa harus diperlukan banyak perjuangan demi tegaknya diin Allah di muka bumi ini.

Apa bentuk komitmen saya kepada islam? merupakan salah satu buku ciptaan dr. Fahti Yakan yang membuat pembaca ingin menambah kontribusinya pada islam. Komitmen ini digambarkan secara kompleks yaitu dimulai dalam diri kita terlebih dahulu sebagaimana yang disabdakan Rasulullah ‘ibda’binnafsi’ mulai dengan diri kita dulu untuk diperbaiki setelah itu baru orang lain yang kita perbaiki mungkin hingga ke negara kita. Hal itu butuh sebuah perjuangan yang tidak biasa, namun mungkin yang akan kita lalui tidak seberat perjuangan Nabi Muhammad saw dalam mensyiarkan islam ke seluruh penjuru dunia.

#selamat berjuang
#memenuhi komitmen
#dan mencapai asa

Komentar